Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Januari 2015

Cara memilih asuransi kesehatan di Belanda

Di Belanda, membeli asuransi kesehatan sifatnya adalah wajib. meskipun saya pribadi belum tahu hukuman apa kalau ketahuan ga punya asuransi kesehatan, tapi membeli asuransi kesehatan di Belanda itu menguntungkan karena memang biaya kesehatan di Belanda itu mihil bingiitz kata anak alay. Hehehehe...

Nah di artikel ini, aku coba deh jelasin sistem asuransi kesehatan di Belanda, jadi buat kamu kamu yg bingung mo pilih asuransi yang mana, mungkin nanti jadi punya gambaran seperti apa.

Asuransi untuk Mahasiswa

Berdasarkan kebutuhan mahasiswa, secara umum asuransi kesehatan dibagi menjadi 2. Yaitu buat mahasiswa dengan usia dibawah 30 tahun atau diatas 30 tahun. Untuk mahasiswa dibawah 30 tahun, asuransi untuk student hanya ada 1 macam dan harga antara perusahaan 1 dengan perusahaan lain tidak banyak perbedaannya. Untuk lebih jelasnya, seperti yang direkomendasikan oleh nuffic,NESO Indonesia mahasiswa dengan usia dibawah 30 tahun selama tinggal di Belanda dapat memilih antara AON atau IPS.

Untuk mahasiswa dengan usia diatas 30 tahun dan yg selama rencana tinggal akan mencapai 30 tahun diwajibkan untuk mengambil basis insurance. Basis insurance ini adalah asuransi kesehatan dasar yang diwajibkan oleh pemerintah kepada semua karyawan di Belanda. Jadi meskipun anda statusnya student, tapi jika usianya diatas 30 tahun, maka tetap wajib mengambil asuransi kesehatan ini.

Biaya Asuransi 

Ilustrasinya saya ambil dari asuransi anderzorg.

Besaran iuran asuransi di Belanda sebetulnya sama antara satu perusahaan dengan perusahaan lain karena memang diatur oleh pemerintah. yang membedakan adalah adanya Eigen risico (compulsary excess + voluntary excess) yaitu biaya yang harus dibayarkan oleh peserta KETIKA menggunakan fasilitas kesehatan sekunder seperti rumah sakit, pemeriksaan laboratorium dan obat-obatan SEBELUM perusahaan asuransi membayar kelebihannya.

Nah ilustrasinya begini, misalnya anda memilih eigen risico EUR350 pada kontrak asuransinya, maka jika dalam setahun anda menghabiskan biaya kesehatan sekunder sebesar EUR1000, maka di akhir tahun, anda harus membayar EUR350 dan sisanya sebesar EUR650 akan dibayar oleh perusahaan asuransi.

Semakin tinggi Eigen risico yang ingin anda tanggung, maka iuran bulanan anda semakin kecil. O iya, Eigen risico ini ditagihnya tahunan ya, dan besarnya tergantung premi yang anda bayarkan setiap bulan.

Misalnya anda memilih Eigen risico sebesar EUR350 (ini compulsory excess yg disyaratkan oleh pemerintah) maka anda harus membayar EUR93 per bulan, namun jika anda memilih eigen risico EUR850 (Compulsory excess EUR350 ditambah voluntary excess EUR500) maka anda hanya perlu membayar EUR66 per bulan.

Harga bulanan ini sedikit berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain namun tidak begitu jauh. Dan sejauh pengetahuanku, yg paling murah ya Anderzorg ini. CMIIW.

Sekedar promosi, jika Lewat link ini, kemudian klik VERZEKERING AFSLUITEN dan mengajukan kontrak asuransi, maka anda akan mendapatkan cashback EUR20 di bulan berikutnya. :)

Di form aplikasi anderzorg, anda akan melihat tampilan seperti ini:


Disitu anda bisa memilih eigen risico dan uang bulanan yang harus anda bayarkan. Disebelah kanan nya, anda bisa memilih coverage tambahan yang anda inginkan. misalnya untuk perawatan gigi, fisioterapi, kacamata, dll. Kalaupun tidak memerlukan, anda bisa mengosongkan bagian ini. 

Nah, mungkin itu dulu informasi tentang bagaimana sistem asuransi kesehatan di Belanda, 

Minggu, 18 Januari 2015

Aplikasi Visa (MVV) untuk keluarga ke Belanda

Sebagai Seorang dosen, pendidikan maksimal (S3) harus segera diselesaikan sesegera mungkin. Keinginan untuk menempuh studi Doktoral di Luar negeri tentunya memberikan nilai tambah berupa pengalaman dan interaksi sosial yang lebih unik. Nah alasan inilah yang mendorongku untuk mencari sekolah di luar negeri dan setelah melalui proses yang panjang dan berliku (eeeaaaa....) akhirnya diterimalah di University of Groningen atau dalam bahasa belanda disebut Rijksuniversiteit Groningen (RuG).

Sebagai Seorang suami dan ayah dari 2 anak, Saya selalu ingin menghabiskan waktu bersama istri dan anak. Perpisahan akibat keperluan studi membuat saya berpisah dengan keluarga untuk beberapa bulan. Pertimbangan untuk tidak membawa keluarga bersamaan dengan keberangkatan pertama kali antara lain karena belum punya pengalaman hidup di Belanda dan ketidak jelasan tempat tinggal dsb. OKI saya baru membawa keluarga setelah beberapa bulan menjalani hidup sebagai 'bujang lokal' di belanda. 

Untuk membawa kaluarga, Bagi saya cukup mudah namun perlu trik juga. Karena sebagai student dengan beasiswa dari DIKTI, tidak lah cukup secara administrasi untuk membawa keluarga ke Belanda. Informasi dari International Student Desk (ISD) mensyaratkan penghasilan sebesar 1597Euro untk membawa istri dengan 2 orang anak. Oleh karena itu, perlu beberapa surat pendukung untuk mencukupi syarat tersebut. Dalam hal ini saya menggunakan surat keterangan penghasilan dari Indonesia sehingga mencukupi untuk persyaratan penghasilan. 

Adapun persyaratan lengkap yang diminta oleh IND (Immigratie en Naturalisatiedienst) adalah sebagai berikut:

Persyaratan pengundang
  • Fc Pasport Student
  • CV dengan informasi minimal: Alamat di belanda, email dan status pernikahan
  • FC ijazah master (karena saya menjalani program PhD)
  • Judul atau tema proyek penelitian
  • Invitation letter dari univ dengan informasi mengenai durasi tinggal di belanda
  • Bukti penghasilan
    • Grant statement dari univ atau pemberi beasiswa
    • Rekening yang menyatakan cukup untuk tinggal di belanda
    • atau kombinasi keduanya
Saat itu saya menggunakan 3 dokumen berupa Guarantee letter dari pemberi beasiswa (DIKTI), subsidi dari RuG (di RuG mahasiswa dengan penghasilan dibawah 1600 memperoleh subsidi untuk rumah sebesar 400 euro per bulan), dan surat pernyataan penghasilan dari institusi asal (Universitas muhammadiyah purwokerto) sehingga mencukupi persyaratan dari IND. 
  • Antecedents Certificate (Bisa diminta dari univ).
Antecedents certificate ini dokumen pernyataan dari kita yang menyatakan bahwa kita tidak pernah tersangkut kasus kriminal atau sejenisnya. 


Persyaratan Keluarga
  • Form Declaration of Authorization (Dari Univ)
  • Paspor anggota keluarga
  • Antecedents Certificate
  • Legalisir akte kelahiran
  • Legalisir buku nikah
Untuk proses legalisir dapat dilihat di Link ini


di Groningen, Untuk mengajukan aplikasi ini, kita harus membayar 225 Euro perorang ke universitas dan tidak dapat di refund, jadi sebaiknya mengajukan aplikasi setelah semua persyaratan sudah lengkap sehingga kemungkinan untuk ditolak menjadi kecil atau bahkan tidak ada.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai informasi ini atau ingin mendapatkan contoh dokumen bisa request by mail ke d.didiksetiawan@gmail.com atau message di FB saya

Selasa, 01 April 2014

Belajar pencalegan dari belanda untuk Indonesia

Teringat waktu ngobrol dengan Mas Zaenal di Amstelween tentang pencaleg-an di Belanda. menarik dan masuk logika saya. tapi sebelumnya tulisan ini mau mengadopsi motto ILK "mengatasi masalah tanpa solusi" hahaha....

dari hasil obrolan, dikatakan bahwa di belanda, caleg di tingkat nasional itu berasal dari caleg yang sukses di daerah. Wah bagus juga sistemnya. jadi yang ke tingkat nasional itu sudah tahu permasalahan dan berprestasi di daerah. selain itu, kemampuannya dalam berpolitik sudah mulai terasah.

coba bandingkan dengan Indonesia. aku ga akan bilang "bukannya mau menjelek2kan Indonesia" atau apalah yang membuat tulisan ini lebih halus. tapi mari kita lihat fenomena yang terjadi di negeri kita tercinta. INDONESIA.

1. yang punya uang bisa jadi caleg
ini adalah satu dari banyak berita tentang perlunya, atau lebih tepatnya wajibnya membayar untuk jadi caleg dari suatu partai. apalagi jika ingin ditempatkan di posisi pertama di surat suara. Secara logika, orang miskin (selain dilarang sakit dan dilarang mendapatkan pendidikan yang bagus) juga dilarang menjadi caleg. Syarat uang ini bisa menjadi positif jika sang caleg itu memang benar benar tidak butuh uang lagi. misalnya ada orang yang super kaya dan dapat revenue dari bisnisnya sehingga tidak butuh pemasukan lagi dari tempat lain misalnya gaji dan insentif dari menjadi wakil rakyat. Untuk tipe orang ini, mungkin dia bisa fokus mempebaiki Indonesia. Namun di sisi yang lain, jika uang yang diperoleh dari pinjaman, atau bisnis yang setengah-setengah. ditautkan ketika sang caleg berhasil menjadi wakil rakyat, dia akan berusaha mencari uang untuk membayar hutang atau menggunakan kewenangannya dalam mempengaruhi keputusan eksekutif dalam mengembangkan bisnisnya. Belum lagi kalau tidak terpilih, bisa menjadi stres dan gila.

2. Caleg Artis
Fenomena ini juga menarik, dengan tingginya penonton televisi di Indonesia, dan adanya TV nasional yang menjangkau secara luas dan gratis di negara ini, memungkinkan seorang selebritis dikenal secara nasional. kondisi ini dilihat oleh partai dan dimanfaatkan untuk mendulang suara di pemilu. Selain itu, selebritis atau mantan selebritis relatif mudah untuk mendapatkan uang untuk mendaftar suatu partai, dan partai juga akan mendapat keuntungan dari sang artis. istilah jawanya "win win solusen". Selain itu, menggunakan artis juga mengurangi biaya kampanye sehingga sekali lagi sangat menguntungkan bagi kedua pihak.

Trus, apa masih ada caleg yang "layak" dipilih di pemilu nanti? Mmmmmmm... ga tau juga ya, harusnya sih ada, karena di dunia ini ada hukum probabilitas dan hukum pareto, atau istilah lainnya tidak ada yang sempurna di dunia ini. Apalagi di Indonesia sudah menganut sistem demokrasi dimana masih banyak pro dan kontra mengenai sistem demokrasi di negara dengan masyarakat islam terbesar di dunia.

Kesimpulannya: sistem pencalegan berdasarkan kompetensi, pengkaderan dan track record sangat menarik dan akan memberikan hasil yang lebih baik dari sistem yang sudah ada sekarang dimana siapapun bisa menjadi caleg di tingkat manapun.

Penutupnya adalah (sebagai penggemar ILK) saya menyatakan bahwa tulisan ini akan menyelesaikan masalah tanpa solusi, tidak bermartabat dan tidak bertanggung jawab....!!!!! Yeeaaaahhh.

I Love Indonesia