Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2015

Aplikasi Visa (MVV) untuk keluarga ke Belanda

Sebagai Seorang dosen, pendidikan maksimal (S3) harus segera diselesaikan sesegera mungkin. Keinginan untuk menempuh studi Doktoral di Luar negeri tentunya memberikan nilai tambah berupa pengalaman dan interaksi sosial yang lebih unik. Nah alasan inilah yang mendorongku untuk mencari sekolah di luar negeri dan setelah melalui proses yang panjang dan berliku (eeeaaaa....) akhirnya diterimalah di University of Groningen atau dalam bahasa belanda disebut Rijksuniversiteit Groningen (RuG).

Sebagai Seorang suami dan ayah dari 2 anak, Saya selalu ingin menghabiskan waktu bersama istri dan anak. Perpisahan akibat keperluan studi membuat saya berpisah dengan keluarga untuk beberapa bulan. Pertimbangan untuk tidak membawa keluarga bersamaan dengan keberangkatan pertama kali antara lain karena belum punya pengalaman hidup di Belanda dan ketidak jelasan tempat tinggal dsb. OKI saya baru membawa keluarga setelah beberapa bulan menjalani hidup sebagai 'bujang lokal' di belanda. 

Untuk membawa kaluarga, Bagi saya cukup mudah namun perlu trik juga. Karena sebagai student dengan beasiswa dari DIKTI, tidak lah cukup secara administrasi untuk membawa keluarga ke Belanda. Informasi dari International Student Desk (ISD) mensyaratkan penghasilan sebesar 1597Euro untk membawa istri dengan 2 orang anak. Oleh karena itu, perlu beberapa surat pendukung untuk mencukupi syarat tersebut. Dalam hal ini saya menggunakan surat keterangan penghasilan dari Indonesia sehingga mencukupi untuk persyaratan penghasilan. 

Adapun persyaratan lengkap yang diminta oleh IND (Immigratie en Naturalisatiedienst) adalah sebagai berikut:

Persyaratan pengundang
  • Fc Pasport Student
  • CV dengan informasi minimal: Alamat di belanda, email dan status pernikahan
  • FC ijazah master (karena saya menjalani program PhD)
  • Judul atau tema proyek penelitian
  • Invitation letter dari univ dengan informasi mengenai durasi tinggal di belanda
  • Bukti penghasilan
    • Grant statement dari univ atau pemberi beasiswa
    • Rekening yang menyatakan cukup untuk tinggal di belanda
    • atau kombinasi keduanya
Saat itu saya menggunakan 3 dokumen berupa Guarantee letter dari pemberi beasiswa (DIKTI), subsidi dari RuG (di RuG mahasiswa dengan penghasilan dibawah 1600 memperoleh subsidi untuk rumah sebesar 400 euro per bulan), dan surat pernyataan penghasilan dari institusi asal (Universitas muhammadiyah purwokerto) sehingga mencukupi persyaratan dari IND. 
  • Antecedents Certificate (Bisa diminta dari univ).
Antecedents certificate ini dokumen pernyataan dari kita yang menyatakan bahwa kita tidak pernah tersangkut kasus kriminal atau sejenisnya. 


Persyaratan Keluarga
  • Form Declaration of Authorization (Dari Univ)
  • Paspor anggota keluarga
  • Antecedents Certificate
  • Legalisir akte kelahiran
  • Legalisir buku nikah
Untuk proses legalisir dapat dilihat di Link ini


di Groningen, Untuk mengajukan aplikasi ini, kita harus membayar 225 Euro perorang ke universitas dan tidak dapat di refund, jadi sebaiknya mengajukan aplikasi setelah semua persyaratan sudah lengkap sehingga kemungkinan untuk ditolak menjadi kecil atau bahkan tidak ada.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai informasi ini atau ingin mendapatkan contoh dokumen bisa request by mail ke d.didiksetiawan@gmail.com atau message di FB saya

Kamis, 26 September 2013

Galau di negeri yang jauh

Studi di belanda.. Bayangannya asik, keren, gengsi tinggi dan have fun selalu..

Itulah bayanganku ketika masih menyusun rencana untuk kuliah di Belanda. Semua dihadapi dengan harapan bahwa semuanya senang, semuanya mudah dan semuanya menarik. Sejak mulai wawancara dari universitas Groningen, apply BPPLN DIKTI, urusan legalisir dokumen dan pwngurusan MVV sampai keberangkatan selalu dihadapi dengan suatu harapan.

Saat menginjakkan kaki di tanah Belandapun euphoria itu masih ada.. Sampai menjelang 1 bulan hidup sendiri di Belanda,mulai muncul rasa sepi, rindu keluarga, apalagi anak2 yang masih lucu2 di rumah. 

Untuk menghilangkan kesedihan, aku menyibukkan dengan mengikuti course sebanyak mungkin, berusaha menulis paper pertama meskipun belum punya skill menulis scientific writing dan penguasaan software pendukung. Namun semua itu aku lakukan demi mengobati rasa rindu keluarga yang semakin menguat.

Perkiraan awal, hidup sendiri di Belanda tanpa keluarga itu nothing, kecil, gampang dll. Faktanya.. Aku juga manusia, ak punya perasaan seperti orang lain.. Dan aku juga mahluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain.

Ini adalah pelajaran berharga. Keluarga diatas segalanya (setelah agama pastinya). Harusnya keluarga itu selalu bersatu. Satu rumah, satu ide, satu tujuan. Ak tahu mungkin perasaan ini timbul karena belum biasa, namun aku ga mau membiasakan itu. Keluarga adalah penting. I love my family..

Mulai saat ini, aku berusaha keras untuk mendatangkan keluargaku ke Belanda. Aku butuh mereka.

Ya Allah, bantu hambamu ini, insya allah niat untuk berkumpul semakin kuat.. Mudahkanlah usaha kami untuk berkumpul kembali.. Amin